[ CHANGELOG ]RIWAYAT PEMBARUAN ATURAN & ENGINE
Changelog
Setiap perubahan aturan pajak, mesin hitung, dan tampilan kalkulator kami dicatat di sini. Angka pajak selalu mengacu peraturan resmi terkini yang terverifikasi — lihat badge “Aturan Terverifikasi” di tiap kalkulator untuk regulasi & tanggal tinjauan.
[ ASISTEN AI PAJAK (BETA) ]SEPTEMBER 2026
Asisten AI Pajak + akurasi engine naik kelas — angka dijamin rules engine
- Fitur baru /asisten (beta terbatas, kode akses): tanya-jawab pajak Indonesia dengan chat streaming — hitung transaksi, regulasi berbasis kartu fakta terverifikasi, dan analisis dokumen PDF/DOCX. Angka selalu dari rules engine deterministik (Result Card), AI hanya menarasikan. Lengkap dengan Skor Konteks (Ambigu/Parsial/Spesifik), riwayat lokal, mode Lite/Pro, dan tombol Chat Baru.
- Fix parser "harga per <satuan>": "beli nikel ore 5 ton dengan harga per ton 1.500.000" kini terbaca Rp7.500.000 (sebelumnya salah tangkap Rp1.500.000 sebagai nilai transaksi).
- PPh 22 komoditas: sitasi diperbarui ke PMK 81/2024 Pasal 271(1)(h) jo. Pasal 217(1)(h) (pemungut = pembeli, setor tgl 15 bulan berikutnya) — menggantikan sitasi usang PMK 34/2017. Tarif sawit hasil pengolahan/CPO = 0,5% (PMK 32/2017); hasil perkebunan/hutan belum olah (TBS, getah karet) = 0,25%.
- PPN bijih mineral: sitasi dikoreksi ke Pasal 6 ayat (1) huruf r jo. ayat (2) huruf s PP 49/2022 (sebelumnya keliru P6(2)(k) yang merupakan daftar kebutuhan pokok) + batasan scope: penyerahan pertama dari sumbernya; batubara tetap kena PPN normal.
- Fix PPN gaji: penghasilan sehubungan dengan pekerjaan (gaji/upah/THR pegawai) kini benar menampilkan "PPN tidak timbul" — sebelumnya keliru dikenai PPN 11%.
- Chat kini memahami PPh Final UMKM: pertanyaan berbasis omzet dihitung via registry PP 20/2026 (PTB Rp500 juta OP, ambang agregasi 4,8 M) dengan asumsi annualisasi omzet bulanan ditampilkan eksplisit.
- Riwayat percakapan Asisten tersimpan lokal di perangkat (localStorage) — tidak dikirim ke server. Halaman beta tidak diindeks mesin pencari.
[ FONDASI TAX ENGINE ]SEPTEMBER 2026
Fondasi Tax Engine — aturan terverifikasi, mesin deterministik
- PPh Final UMKM: fasilitas bebas PPh sampai Rp500 juta kini hanya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (PP 20/2026 jo. PP 55/2022 Pasal 60); PT Perorangan & koperasi dikenai 0,5% dari omzet penuh.
- Validasi masa pemakaian koperasi: maksimal 4 Tahun Pajak sejak tahun pajak terdaftar — tahun ke-5 tidak dapat kembali ke tarif final (PP 20/2026 Pasal 57). Orang Pribadi & PT Perorangan kini tanpa batas waktu.
- Mode Detail — uji eligibility lengkap: agregasi omzet TAHUN SEBELUMNYA (WP + seluruh PT Perorangan miliknya + usaha pasangan + anak di bawah 18 tahun) terhadap ambang Rp4,8 M, plus exclusion pekerjaan bebas (tenaga ahli, notaris, dokter, konsultan, influencer, dll.).
- PPN sewa tanah/bangunan per Tahun Pajak (2020–2026): tahun 2025+ ditampilkan statutory 12% × DPP 11/12 = efektif 11% (PMK 131/2024 jo. PMK 11/2025); 2023–2024 = 11% (UU HPP); 2021 ke bawah = 10%.
- Smart Tax: angka pajak kini 100% dihitung oleh rules engine deterministik — AI hanya berperan sebagai parser input dan penyusun penjelasan, tidak dapat menimpa tarif/kategori.
- Golden test suite: 90+ skenario uji (UMKM, PPN sewa, sanksi KUP, TER, Pasal 17) dikunci sebagai baseline anti-regresi.
- Privasi: copy klaim retensi data diperbarui agar faktual — kalkulator berjalan di browser; hanya deskripsi transaksi Smart Tax yang dikirim ke AI engine.